Rabu, 11 Juli 2018

TRIK RAMAIKAN BLOG


TRIK RAMAIKAN BLOG
YULIA EKA SAPUTRI (G000150131) www.coklatlegit.blogspot.com

Gambar terkait

Blog sudah menjadi tren media bersosial sekaligus komersial dikalangan anak muda, tua, bahkan anak-anak kecil sudah diajarka mengolah blog sedari usia dini. Hmm rasa-rasanya dunia sudah tanpa batas. Semua informasi tersebar melalui situs-situs web termasuk kalangan blogger sendiri yang dengan apik mendesain blognya agar menarik dan tidak sepi pengunjung. Lalu, bagaimana cara membuat blog agar tetap ramai pengunjung? Berikut ini saya akan memaparkan beberapa trik agar blog tak sepi pengunjung. Check it out !
1.      Tulis atau muatlah tulisan yang memungkinkan dibutuhkan sepanjang masa (http://info-menarik.net/agar-blog-ramai-pengunjung-meskipun-jarang-update/ )
Membuat artikel ataupun postingan yang selalu dibutuhkan oleh netizen sepanjang masa dapat dilakukan dengan menetukan konten-konten yang tidak cepat basi atau musiman. Misal, memposting artikel cara bersosialisasi di internet dengan benar, penggunaan software, ataupun menulis cerpen atau puisi bahkan cara membuat blog. Anak-anak sekolah tentu membutuhkan konten-konten artikel tersebut sebagai referensi.
2.      Gencar promosi alamat blog
Selain blog, tentu kita memiliki sosial media yang lain, seperti whatsapp, instagram, twitter, dan-lain-lain. Sosial media tersebut bisa kita manfaatkan untuk mempromosikan alamat blog kita, terutama setelah memposting tulisan terbaru.
3.      Memperbarui postingan yang sekiranya sudah “basi”
Artikel yang kita muat dalam blog kadang kurang sesuai dengan perkembangan tren anak-anak muda. Misal, artikel ataupun postingan yang memuat tentang tutorial hijab atau make-up. Akan sangat cepat berganti tren alias mudah menjadi artikel basi. Artikel atau postingan yang memuat konten-konten tersebut harus selalu di up-date mengikuti tren yang sedang berkembang. Sehinggan situs blog menjadi referensi yang relevan dan tidak ketinggalan zaman.
Pembuatan link di dalam postingan ini bertujuan untuk menyampaikan pembahasan secara lengkap dan berkelanjutan, namun tetap efisien dan rapi. Dalam membuat internal link selain harus artikel yang masih berhubungan dengan artikel sebelumnya. Misal, artikel yangt terlalu panjang hingga mencapai 2000 kata lebih. Maka kita bisa membuat artikel lanjutan dan nanti secara otomatis pembaca akan klik link itu karena penasaran ingin mengetahuinya sampai tuntas
5.      Isi blog dengan selingan yang berlainan dengan topic mayoritas di dalamnya
Ini bertujuan agar pengunjung tidak jenuh untuk selalu mengikuti postingan-postingan blog. Missal, artikel yang memuat konten-konten prosedur pemaikaian alat-alat elektronik, sesekali perlu diselingi dengan perkembangan sejarah alat elektronik itu sendiri.
6.      SEO (search engine optimization) (https://dekgembul.com/ngeblog/agar-blog-ramai-pengunjung )
Merupakan salah satu cara yang perlu dilakukan agar blog muncul di halaman awal pencarian google. Ada 2 macam SEO, yaitu SEO on-page dan SEO off-page. Berikut penjelasanya : SEO on-page adalah kegiatan mengoptimasi dari dalam blog itu sendiri. Seperti membuat artikel yang SEO yang ramah. Penggunaan keyword atau kata kunci dalam artikel, Pemilihan url blog yang kita buat, penggunaan image alt text pada gambar dll. SEO off-page merupakan langkah mengoptimasi dari luar blog kita. Optimasi diluar blog ini seperti mencari backlink yang berkualitas agar website kita dinilai berkualitas dan bermanfaat di mata google.




Mencoba untuk Tidak Kehilangan Makna


Mencoba untuk Tidak Kehilangan Makna

Hasil gambar untuk gambar perempuan berpikir hitam putih

Liburan kali ini seperti biasa, aku melakukan aktivitas-aktivitas anak perempuan pada umumnya. Sebisa mungkin aku tak menganggur selama aku berlibur di rumah. Iya, memang aku lebih sering berada di rumah ketika liburan dibandingkan hang-out di luar bersama teman-teman. Bukan tak suka atau tak mampu. Aku suka dan kalau aku mau aku bisa melakukannya. Tapi aku lebih suka menikmati kehangatan rumah, kelembutan udara halaman depan yang menghadap sawah, dan sebisa mungkin berbicara santai lebih banyak dengan orang tua. Aku merasa, semenjak aku menetap di solo sebagai anak kos dan anak kuliahan, waktuku untuk mereka sangat-sangat sedikit. Maka setiap aku di rumah, aku manfaatkan betul kesempatan itu. Terlebih dengan jadwal pulangku yang tak menentu. 

Pagi itu, aku mendekati bapak untuk meminta jatah tethering. Aku jarang membeli paket data selama di rumah. Maka aku setiap waktu meminta itu sebagai akses untuk beberapa informasi di internet maupun sosial media, -jatah paket internet bapak selalu unlimited jadi mubadzir sekali kalau tak  ku manfaatkan betul pikirku. Bapak tak pernah keberatan akan hal itu. Bapak mana yang tidak mengiyakan permintaan sesepele itu, apalagi putrinya sendiri yang meminta-haha tertawa kemenangan. “sudah nyambung?”, Tanya bapak. Kuiyakan pertanyaan bapak. Tiba-tiba bapak bertanya, “nduk, ikut bapak kirim yuk”. Aku reflek mengatakan “ha?”. Bapakku bekerja sebagai seles kripik. Aneka kripik. Kata orang-orang sih rasanya enak. Hehe bagiku ya begitu-begitu saja. Mungkin karena setiap hari kucium baunya haha. “bapak mau ke pondok ya? Nanti aku disuruh nata kripiknya to?” tanyaku. Kata bapak “ enggak, bapak mau ke pasarnya aja. Nanti kamu nunggu bapak saja”. “oalah”. Singkat cerita aku langsung mengiyakan. 

Sebenarnya aku lebih suka kalau bapak mengajakku mengantar pesanan ke pondok, pondok pesantren yang dulu sempat kutempati barang beberapa lama hari saja. Aku merasa senang melihat perempuan-perempuan disana memakai seragam sekolah berwarna hitam komplit dengan jilbab lebar dan cadar. Untuk masuk kesana, aku sebagai perempuan yang tergolong usia dewasa wajib pula mengenakan pakaian yang kurang lebih seperti itu, jika tak mau jadi pusat perhatian-kerena paling beda dengan yang lain. Jika aku sedang disana, maka aku akan teringat betapa cengengnya aku dulu waktu pertama kali masuk pondok. Tiada hari tanpa nangis. Bahkan, setiap suara motor datang, aku akan mengira itu motor bapak yang sedang ingin menengok anak perempuannya. Kamarku dan halaman depan pondok hanya terhalang satu tembok putih saja. Jadi segala suara di luar masih mungkin kudengan dengan jelas dari dalam kamar. Aku masih ingat betul, musyrifah kamarku sampai marah kepadaku karena aku yang sangat cengeng ini. teman-teman ku tak separah aku, menangis tiap ada motor datang. Padahal mereka rumahnya dari luar pulau. Sedang aku, hanya berasal dari kabupaten sebelah. Ah kuanggap itu salah satu prosesku mendewasa. Klise sih, tapi ya bagaimana lagi. Bukan mauku untuk setiap hari menangis begitu. 

Sayangnya kali ini bapak mengajakku mengantar pesanan ke pasarnya saja. Pasar terdekat dengan pesantren itu. Mungkin hanya beberapa kilometer saja jaraknya dari pondok yang kutempati dulu. Di area pasar, sebenarnya masih banyak perempuan-perempuan berpakaian hitam dengan cadar seperti biasanya. Namun disini tak kutemui suasana yang dulu sempat kunikmati. Aku hanya menghela nafas sembari melihat sana-sini. Anak-anak kecil yang dipakaikan cadar, bapak-bapak berkopuah bulat layaknya aladin, pun begitu para remaja pria. Setiap kali anak-anak perempuan yang kira-kira seumuran ku dari nada bicara dan berjalannya, aku amati style gamis hitamnya. Membuatku teringat pada gamis ku dulu. Yang modelnya paling bagus, namun sayang harus raib termakan tikus. Hmm kuamati lagi para pedagang pakaian, gamis, jilbab, makanan, bahkan motor-motor yang terparkir di pinggir jalan. Kunikmati setiap pemandangan di depan mata sambil mengingat-ingat, aku dulu juga seperti itu. Ada sedikit rindu yang terobati dengan kehadiran buku yang sengaja kubawa untuk berjaga-jaga, kalau-kalau disana nanti ternyata aku malah merasa sepi. Benar saja, aku merasa sepi. Setelah bapak menyuruhku membeli es pocong tanpa es batu-bapak adalah manusia anti es batu begitu juga pada anak-anaknya ia terapkan itu. Katanya es itu merusak badan, kuiyakan saja dengan terpaksa, meskipun itu benar. Aku masuk ke dalam mobil, kunikmati es pocong tanpa es batu itu dengan sediit kesal karena seharusnya es ini lebih nikmat jika diberi pecahan es batu, barang sedikit saja. Tapi tetap ku makan juga yang ada. Aku sendiri belum makan sedari bangun tidur.

Usai kuhabiskan makanan itu, kuamati kembali ibu-ibu yang sedang berjuang mengeluarkan sepeda motornya dari jepitan mobil dan cor-cor an trotoar pinggir jalan. Kutanyai ibu itu, “bu, bisa keluar bu?” ibu hanya menjawab “saget” sambil sibuk mengeluarkan motornya. Hm kulanjutkan lagi pandanganku. Ku coba membuka lembaran buku di hadapan ku. Salah satu tulisan Pram yang tadi sengaja kubawa, kulanjutkan lagi ceritanya. Beberapa lembar saja, lalu bapak datang dari arah hadap mobil kami. “ayoh..”katanya. 

Mobil kami menuju jalan pulang. Melewati kios-kios dan pedagang pinggir jalan yang dipenuhi peempuan-perempuan bercadar dan laki-laki kopyahan. Meski tak terhitung lagi berapa kali kuamati mereka, tetap saja mataku tak ingin lepas dari mereka. Aku lebih suka berlama-lama mengamati, ku tanamkan dalam ingatan dalam. Daripada sibuk mefoto atau memvideo sesuatu. Meskipun katanya, itu adalah sebuah usaha mengabadikan momen. Tapi bagiku, keindahan di depan mataku tiada tertandingi ketika aku focus mengamati. Dengan begitu aku bisa menamai, dan memaknai lebih dalam dan luas.
Sampai di tengah jalan, bapak menyodorkan dua buah nota berisi angka-angka kepadaku. Kubaca nota-nota itu. Dengan perintahnya, bapak berkata “pelajari nota-nota itu, nota putih berisi harga jual yang biru isinya harga tengkulak, amati, bila perlu hitung pakai kalkulator di hp mu ini.” bapak  menyodorkan hp ku yang sebenarnya letaknya adalah di hadapanku, di tepi kaca mobil depan. Aku hanya mengangguk saja.

“sudah dihitung?” kata bapak. Bapak menanyakan, berapa jumlah keuntungan hari ini kalau begitu. Dengan menjelaskan tulisan harga pada nota adalah pada tiap bal sekian dan sekian. Kusebutkan laba hari ini. ternyata perhitungan ku agak meleset. Mungkin karena aku kurang focus menghitung dengan kondisi mobil yang berjalan kurang mulus di atas aspal. Kepalaku juga sedikit pusing. Tapi, tetap kudengarkan penjelasan detail dari bapak soal keuntungan pesanan kripik hari ini. “orang-orang berpendidikan tinggi mungkin sulit melakukan ini, orang-orang seperti ini, belajarnya gak pake teori. Belajarnya pakai praktik langsung di lapangan. Bapak Cuma butuh waktu lima sampai dengan sepuluh menit ngobrol sama orang yang mau jadi agen pemasaran buat megang satu etelase. Insyaallah dengan waktu segitu bapak sudah bisa membaca apakah orang ini bisa untuk diajak kerjasama, apakah orang ini jujur dalam berbisnis dsb.” Celetuk bapak yang panjang tiba-tiba. Aku hanya menganggik-angguk saja. Aku percaya pada bapak karena banyak langganan bapak yang memang sesuai dengan penilaian bapak. Tiba-tiba saja aku teringat pada kisah Nyai Ontosoroh dalam buku Pram, bahwa seorang otodidak lebih sukses –secara pola pikir, maupun finansial-- daripada sarjana tingkat dewa sekalipun. Orang-orang otodidak belajar lewat alam, lewat pengalaman. Mereka mengalami salah, dan benar tanpa sungkan. Tanpa dibatasi nilai-nilai yang tercoret pada kertas. Itu lebih mahal dan lebih melekat dibanding mereka yang belajar teori setinggi langit saja. Lalu aku bertanya-tanya, lalu apa pula guna belajar teori sebanyak itu di sekolah? Untuk apa sekolah? Pertanyaan itu berputar-putar di atas kepalaku. Aku mencoba kembali focus dengan kata-kata bapak yang masih berlanjut.

 “nduk, kenapa bapak ajak kamu menghitung ini, kenapa bapak ajak kamu kesini. Bapak cuma kepengen kamu belajar sedikit-sedikit soal-soal begini. Bagaimana menghadapi pasar, bagaimana menghadapi pelanggan, bagaimana membaca situasi kondisi dunia kerja swasta-yang sangat berbeda dengan dunia pegawai. Di dunia swasta begini, orang lebih mudah berkembang pola pikirnya nduk dibanding dunia poegawai. Tidak hanya dari segi pola pikir finansial juga. Kita (orang swasta) harus sigap menghadapi permasalahan. Setiap permasalahan, sebenarnya gak perlu dipikir spaneng. Cukup sabar sama sholat jamaah saja. Sebuntu apapun masalah, bapak jamin, akan selalu ada solusinya.  Kalau hari ini kita belum bisa memecahkan solusi itu, kita diamkan, sabar, nggak perlu sambat aneh-aneh. Kita coba cari lagi besoknya, kalau besoknya belum nemu juga, besoknya lagi. Dan itu pasti ketemu. Ibarat kata, bapak udah kapalen sama yang namanya masalah terutama masalah dunia dagang gini. Bukannya apa-apa nduk. Kalau kerja di dunia pegawai, kamu tidak akan leluasa berkembang. Ibarat kata, bayi yang setiap pagi di suapi makanan, sore dimandikan, malam di nina bobokan. Begitu saja sampai tua, sampai mati. Rutinitas pegawai tak sekompleks wirasawasta nduk, asal kamu paham.” Aku focus mendengarkan sambil meresapi setiap klaimat bapak dalam-dalam.

 “Dulu bapak belum semudah ini nduk, ngantar pesanan kesana kemari. Bapak jualan ini dari 0. Dari mulai kita sekeluarga Cuma punya uang buat makan. Ngeri nggak tuh? Padahal kebutuhan rumah tangga dadakan bisa sewaktu-waktu datang. Belum lagi omongan kanan-kiri, bahkan saudara sendiri nduk. Bapak waktu itu nggak ngeluh. Bapak Cuma bilang sama Allah, Yaa Allah kalau memang mau menguji dengan masalah ini silahkan uji saya sampai titik puncak saja yaa Rabb. Biar kutahan sekuat tenagaku. Biar remuk sekalian, biar hancur sekalian.” Kata bapak lagi dengan nada datar. Aku hanya melongo mendengar kalimat-kalimat bapak. Tidak berhenti disitu, bapak melanjutkan lagi. “Alhamdulillah, semua itu terlewati dan ada gantinya. Kuncinya sabar, sabar, sabar saja. Nikmati masalah yang ada, dengan begitu kita jadi dewasa.” Bapak memandangku sambil tersenyum.
Kami melewati sebuah kios hp. Dan akhirnya bapak memintaku untuk turun sebentar membeli kabeldata untuk hp nya yang agak rusak sambil menyodorkan uang lima puluh ribu rupiah.

Ngawi, 5 Juli 2018

Selasa, 17 April 2018


MEDIA SOSIAL BAK BOLA API
YULIA EKA SAPUTRI G000150131



Bola api tak pernah sepi dari ritual penggiringan. Dimainkan, dipentalkan kesana-kemari. Penontonpun tak luput termakan antusias menyaksikannya. Kata banyak orang, itu permainan bagus. Kita harus saksikan itu. Adalagi yang sekedar manggut-manggut tersenyum tipis menyaksikan permainan itu. Yang sebagian lagi tersenyum fake  menyaksikannya. Karena tau, bola api itu memang sengaja digiring biar semua pemain kena panasnya. Aku sendiri hanya bisa tersenyum. Betapa hebat kekuatan sebuah bola api. Politisi, akademisi, bahkan aktivis bisa saja terlibat di dalamnya. Atau bahkan kebanyakan yang terjebak dalam antusisame sesaat adalah rakyat biasa yang memang sedikit berkutik dengan lapangan bola api. Bahkan untuk sekedar menilik issu melalui gadget pun masih terbilang kalah porsi dengan televisi. Iya, masyarakat yang kurang up-to-date dengan teknologi ponsel genggam, mereka akan lebih sering menggunakan televise untuk menyimak issu-issu hangat dalam negeri.
Bola api itu adalah hoax. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ‘hoax’ adalah ‘berita bohong.’ Dalam Oxford English dictionary, ‘hoax’ didefinisikan sebagai ‘malicious deception’ atau ‘kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat’ macam-macam hoax diantaranya . (https://www.rappler.com/indonesia/ayo-indonesia/181912-sketsatorial-apa-itu-hoax):
Ø  Hoax proper
Hoax dalam definisi termurninya adalah berita bohong yang dibuat secara sengaja. Pembuatnya tahu bahwa berita itu bohong dan bermaksud untuk menipu orang dengan beritanya.
Ø  Judul heboh tapi berbeda dengan isi berita
Kebiasaan buruk banyak netizen adalah hanya membaca headline berita tanpa membaca isinya. Banyak beredar artikel yang isinya benar tapi diberi judul yang heboh dan provokatif yang sebenarnya tidak sama dengan isi artikelnya.
Ø  Berita benar dalam konteks menyesatkan
Kadang-kadang berita benar yang sudah lama diterbitkan bisa beredar lagi di sosial media. Ini membuat kesan bahwa berita itu baru terjadi dan bisa menyesatkan orang yang tidak mengecek kembali tanggalnya
Hoax masih menjadi sasaran empuk bagi orang-orang berkepentingan untuk sekedar menggulirkan sebuah issu. Hoax mencakup ranah yang luas. Bahkan tidak hanya sekedar politik, untuk sekedar info-info kesehatan saja, banyak hoax dibuat-buat entah apa tujuannya. Misalnya artikel di bawah ini:

Penting untuk para wanita:

"Perbedaan Antara Tissue Toilet (gulungan) Dgn Tissue Muka (lembaran, di-bungkus plastik)"
Mungkin anda tdk tahu kalau tisu muka mengandung tepung talcum yg dpt menyebabkan kanker ovarium (indung telur).
Jadi ini bukan perbedaan obyek penggunaan kertas tisu toilet dengan kertas tisu muka (di wajah) saja.

Kertas tisu muka disebut kertas tisu muka karena memang hanya untuk pemakaian di wajah. Sedangkan kertas tisu toilet (gulungan) disebut kertas tisu toilet karena memang dibuat untuk kebutuhan buang air.

Keduanya dibuat dari bahan bubur kertas dan melalui proses desinfeksi, jika pada kertas tisu toilet tidak ada ditambahkan bahan lain, sedangkan pada kertas tisu muka ada ditambahkan Wet Strength Agent (bahan tahan basah), ini membuat kertas tisu muka tidak mudah hancur dalam air, jadi tidak cocok untuk dibuang ke dalam tempat buang air besar, juga ada ditambahkan dengan Softening Agent (bahan pelembut) dan Surface Active Agent (bahan pengaktif permukaan), serta abu kertasnya tbanyak, umumnya orang menganggap kalau mutu kertas tisu muka adalah lebih baik karena telah ditambahkan bahan-bahan tersebut dalam proses pembuatannya, dikarenakan biaya produksinya tinggi sudah tentu harga jual juga lebih mahal, namun kertas tisu muka Tidak Boleh dipergunakan sebagai kertas tisu toilet, terutama kaum wanita jangan sesekali mempergunakannya untuk membersihkan atau mengeringkan bagian "bawah" tubuh.

Itulah perbedaan Antara Tissue Toilet (gulungan) Dengan Tissue Muka (lembaran, di-bgkus plastik). Dengan semangat kepedulian, sebarkan ke teman2 ya...tks. Mulai sekarang bawalah tisu gulung ke mana2...karton di dalamnya bisa di lepas shg jadi lbh ringkes dan tdk terlalu penuh di tas kita... Atau bawa secukupnya saja.

FAKTA:
Jakarta - Seusai buang air kecil, para perempuan biasanya menggunakan kertas tisu untuk membersihkan atau mengeringkan organ genitalnya. Celakanya, penggunaan jenis tisu tertentu seperti tisu wajah diyakini bisa memicu kanker ovarium. Benarkah?


Imbauan soal risiko kanker ovarium atau indung telur akibat menggunakan tisu wajah untuk cebok belakangan ini banyak beredar melalui broadcast message. Dikatakan bahwa tisu wajah mengandung talcum (bedak talk), yakni bahan tambahan yang bisa menyebabkan kanker.

"Sebenarnya itu (hubungan talcum dan kanker) hipotesis lama, tetapi tidak pernah ada buktinya. Jadi nggak usah khawatir," kata Dr Sigit Purbadi, SpOG(K)Onk, dokter kandungan dan juga konsultan onkologi dari RS Cipto Mangunkusumo saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Jumat (9/11/2012).

Dijelaskan oleh Dr Sigit, berdasarkan penyebabnya kanker ovarium ada 2 jenis dan tidak ada satupun yang terbukti berhubungan dengan talcum. Jenis yang pertama adalah kanker ovarium yang tidak diketahui sebabnya, sedangkan jenis kedua berhubungan dengan Hereditary Breast-Ovarian Cancer Syndromes (HBOC).

Risiko tinggi untuk terkena kanker ovarium jenis kedua atau HBOC-Syndromes dimiliki oleh perempuan yang dalam keluarganya ada riwayat kanker payudara, usus atau indung telur itu sendiri. Namun ditegaskan lagi, risiko tersebut tidak berhubungan dengan penggunaan tisu untuk cebok.

"Nggak ada hubungannya, orang itu organnya (indung telur) ada di dalam kok," tambah Dr Sigit.

Broadcast message atau pesan berantai tersebut beredar luas melalui berbagai layanan pesan singkat termasuk Blackberry Messenger (BBM). Tak pelak, pesan yang tidak jelas asal-usulnya itu membuat resah sebagian orang yang sering memanfaatkan tisu wajah untuk cebok.

Dikatakan pula dalam pesan tersebut bahwa selain mengandung talcum, tisu wajah yang dijual dalam bentuk lembaran dibungkus plastik juga memiliki kandungan bahan tambahan lain yang tidak ada di tisu toilet. Di antaranya adalah Surface Active Agent (SAA), Wet Strength Agent dan Softening Agent.

Selengkapnya, berikut ini kutipan utuh broadcast message tentang tisu untuk cebok yang diterima detikHealth:



Itu adalah salah satu hoax dalam bidang kesehatan yang sudah tersebar. Lalu bagaimana upaya yang harus dilakukan agar tidak termakan oleh berita-berita hoax?
Dalam Islam, telah dijelaskan bahwa,
"Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang- orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar, dalam keadaan terlaknat. Dimana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya" (QS. al-Ahzaab 33 : 60-61).
Jadi sebenarnya, fenomena hoax bukanlah hal yang mengagetkan. Karena dari 14 abad yang lalu, Alquran telah mengantisipasinya sebelum hoax versi media massa merebak. Untuk itulah, ketika kita mendapatkan suatu berita, entah dalam bentuk broadcast ataupun pesan pribadi, maka yang harus kita lakukan adalah tabayyun dan tatsabbut. Apa itu tabayyun?
Imam Asy Syaukani rahimahullah berkata,  “Yang dimaksud dengan tabayyun adalah memeriksa dengan teliti dan yang dimaksud dengan tatsabbut adalah berhati-hati dan tidak tergesa-gesa, melihat dengan keilmuan yang dalam terhadap sebuah peristiwa dan kabar yang datang, sampai menjadi jelas dan terang baginya
Dalam Alquran dijelaskan kembali, dalam surat Al Hujurat:
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu" (TQS.al-Hujurat 49 : 6) 
·         Cermati alamat situs
Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Berita yang berasal dari situs media yang sudah terverifikasi Dewan Pers akan lebih mudah diminta pertanggungjawabannya. Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya, terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.
·         Periksa fakta
Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri?  Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh. Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita, sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.
·         Cek keaslian foto
Di era teknologi digital saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca. Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.  
·         Ikut Dalam grup diskusi anti-hoax
Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti-hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci. Di grup-grup diskusi ini, warganet bisa ikut bertanya, apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain.
Adapun menurut versi Rappler, hal-hal yang bisa dilakukan adalah:
  • Rutinlah membaca berita dari media yang well-established dan dihormati.
  • Orang yang paling rentan hoax adalah orang yang jarang mengonsumsi berita.
  • Kalau suatu berita kedengarannya tidak mungkin, bacalah dengan lebih teliti karena seringkali itu karena memang itu tidak mungkin.
  • Jangan share artikel/foto/pesan berantai tanpa membaca sepenuhnya dan yakin akan kebenarannya.
Selain menghindari berita hoax, kita sendiri juga harus bijak dalam menggunakan media sosial. Diantaranya dengan cara:
ü  Berikan informasi yang positif dan tidak mudah termakan hoax.
Tidak masalah jika Anda tidak memiliki banyak teman atau penggemar di sosmed, yang terpenting adalah tidak ada orang yang membenci anda hanya karena postingan Anda di sosmed. Pengguna sosmed yang cerdas akan menggunakan sosmednya untuk hal yang positif juga seperti memberikan informasi positif yang tidak memicu perdebatan dan bukan hoax. Sebab, sebaik apapun informasi yang Anda bagikan jika itu merupakan hoax tentu juga akan menyesatkan. Jadi pastikan untuk men-share berita/info dari situs-situs yang kredibel.
ü Kurangi pamer hal-hal tidak bermanfaat.
Sudah bukan hal rahasia lagi jika sosial media menjadi ajang pamer bagi sebagian orang. Ada pamer yang sebenarnya bermanfaat seperti pamer kegiatan sosial dengan caption yang persuasif alias mengajak orang lain untuk sama-sama melakukan kegiatan serupa. Ada juga pamer yang kurang penting atau sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan seperti pamer segala sesuatu yang mewah atau lebih menuju ke gaya hidup hedonisme. Selain terkadang membuat orang lain risih, Anda pun juga bisa dicap sebagai orang yang sombong. Jadi ‘pamer’lah seperlunya dan pada tempatnya saja.
·         Hentikan kebiasaan “curhat” di sosmed.
Bagi sebagian orang yang suka ‘caper’ alias cari perhatian, sosmed jadi ajang untuk berkeluh kesah dan curhat. Jika sesekali saja mungkin tidak masalah, tapi jika terus menerus tentu bisa membuat orang lain risih. Tahukah Anda bahwa 90% teman di sosmed Anda tidak peduli dengan keluh kesah Anda? Jadi sebaiknya hentikan kebiasaan menumpahkan keluh kesah di sosmed, sebaliknya tunjukkan bahwa Anda orang yang tegar dan kuat.

·         Gunakan untuk hal-hal positif.
Jadikan sosial media untuk melakukan kegiatan yang positif dan membawa manfaat seperti menambah kenalan atau teman, memperoleh informasi penting, jual beli online atau sebagai ajang untuk menunjukkan karya-karya Anda. Dengan demikian, sosmed membawa keuntungan tersendiri bagi Anda. Namun tetap gunakan sosmed secukupnya atau tidak berlebihan sehingga tidak mengganggu kegiatan Anda di dunia nyata. Menggunakan sosmed dengan baik dan bijak adalah ciri netizen yang cerdas.






Sabtu, 07 April 2018

CONTOH BERITA HOAX



HOAX



 
Penting untuk para wanita:

"Perbedaan Antara Tissue Toilet (gulungan) Dgn Tissue Muka (lembaran, di-bungkus plastik)"
Mungkin anda tdk tahu kalau tisu muka mengandung tepung talcum yg dpt menyebabkan kanker ovarium (indung telur).
Jadi ini bukan perbedaan obyek penggunaan kertas tisu toilet dengan kertas tisu muka (di wajah) saja.

Kertas tisu muka disebut kertas tisu muka karena memang hanya untuk pemakaian di wajah. Sedangkan kertas tisu toilet (gulungan) disebut kertas tisu toilet karena memang dibuat untuk kebutuhan buang air.

Keduanya dibuat dari bahan bubur kertas dan melalui proses desinfeksi, jika pada kertas tisu toilet tidak ada ditambahkan bahan lain, sedangkan pada kertas tisu muka ada ditambahkan Wet Strength Agent (bahan tahan basah), ini membuat kertas tisu muka tidak mudah hancur dalam air, jadi tidak cocok untuk dibuang ke dalam tempat buang air besar, juga ada ditambahkan dengan Softening Agent (bahan pelembut) dan Surface Active Agent (bahan pengaktif permukaan), serta abu kertasnya tbanyak, umumnya orang menganggap kalau mutu kertas tisu muka adalah lebih baik karena telah ditambahkan bahan-bahan tersebut dalam proses pembuatannya, dikarenakan biaya produksinya tinggi sudah tentu harga jual juga lebih mahal, namun kertas tisu muka Tidak Boleh dipergunakan sebagai kertas tisu toilet, terutama kaum wanita jangan sesekali mempergunakannya untuk membersihkan atau mengeringkan bagian "bawah" tubuh.

Itulah perbedaan Antara Tissue Toilet (gulungan) Dengan Tissue Muka (lembaran, di-bgkus plastik). Dengan semangat kepedulian, sebarkan ke teman2 ya...tks. Mulai sekarang bawalah tisu gulung ke mana2...karton di dalamnya bisa di lepas shg jadi lbh ringkes dan tdk terlalu penuh di tas kita... Atau bawa secukupnya saja.


FAKTA:
Jakarta - Seusai buang air kecil, para perempuan biasanya menggunakan kertas tisu untuk membersihkan atau mengeringkan organ genitalnya. Celakanya, penggunaan jenis tisu tertentu seperti tisu wajah diyakini bisa memicu kanker ovarium. Benarkah?


Imbauan soal risiko kanker ovarium atau indung telur akibat menggunakan tisu wajah untuk cebok belakangan ini banyak beredar melalui broadcast message. Dikatakan bahwa tisu wajah mengandung talcum (bedak talk), yakni bahan tambahan yang bisa menyebabkan kanker.

"Sebenarnya itu (hubungan talcum dan kanker) hipotesis lama, tetapi tidak pernah ada buktinya. Jadi nggak usah khawatir," kata Dr Sigit Purbadi, SpOG(K)Onk, dokter kandungan dan juga konsultan onkologi dari RS Cipto Mangunkusumo saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Jumat (9/11/2012).

Dijelaskan oleh Dr Sigit, berdasarkan penyebabnya kanker ovarium ada 2 jenis dan tidak ada satupun yang terbukti berhubungan dengan talcum. Jenis yang pertama adalah kanker ovarium yang tidak diketahui sebabnya, sedangkan jenis kedua berhubungan dengan Hereditary Breast-Ovarian Cancer Syndromes (HBOC).

Risiko tinggi untuk terkena kanker ovarium jenis kedua atau HBOC-Syndromes dimiliki oleh perempuan yang dalam keluarganya ada riwayat kanker payudara, usus atau indung telur itu sendiri. Namun ditegaskan lagi, risiko tersebut tidak berhubungan dengan penggunaan tisu untuk cebok.

"Nggak ada hubungannya, orang itu organnya (indung telur) ada di dalam kok," tambah Dr Sigit.

Broadcast message atau pesan berantai tersebut beredar luas melalui berbagai layanan pesan singkat termasuk Blackberry Messenger (BBM). Tak pelak, pesan yang tidak jelas asal-usulnya itu membuat resah sebagian orang yang sering memanfaatkan tisu wajah untuk cebok.

Dikatakan pula dalam pesan tersebut bahwa selain mengandung talcum, tisu wajah yang dijual dalam bentuk lembaran dibungkus plastik juga memiliki kandungan bahan tambahan lain yang tidak ada di tisu toilet. Di antaranya adalah Surface Active Agent (SAA), Wet Strength Agent dan Softening Agent.

Selengkapnya, berikut ini kutipan utuh broadcast message tentang tisu untuk cebok yang diterima detikHealth:






TRIK RAMAIKAN BLOG

TRIK RAMAIKAN BLOG YULIA EKA SAPUTRI (G000150131) www.coklatlegit.blogspot.com Blog sudah menjadi tren media bersosial sekaligu...